Herman Deru Bahas Kilang Ilegal Bersama PHR Zona 4, Produksi Migas Sumsel Ikut Disorot
PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Upaya memperkuat sektor minyak dan gas bumi (migas) di Sumatera Selatan menjadi salah satu perhatian dalam audiensi Gubernur Sumsel Herman Deru bersama manajemen PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 dan SKK Migas Sumbagsel.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Rabu (16/9) sore, tersebut membahas sejumlah agenda yang berkaitan dengan keberlangsungan kegiatan hulu migas, mulai dari peningkatan produksi hingga pengawasan aktivitas energi yang berpotensi berdampak terhadap masyarakat.
Herman Deru menerima langsung General Manager PHR Zona 4 Heru Irianto. Dalam audiensi itu turut hadir Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel Bambang Dwi Januarto dan Manager Relations PHR Zona 4 Frans Alexander A. Hukom.
Menurut Herman Deru, penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dengan pelaku usaha dan regulator migas diperlukan agar kegiatan sektor energi dapat berjalan secara optimal. Di sisi lain, aspek keselamatan, pengawasan serta perlindungan masyarakat juga perlu menjadi perhatian.
Salah satu persoalan yang dibahas adalah keberadaan illegal refinery atau kilang ilegal. Pemerintah daerah menilai persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pengolahan minyak, tetapi juga perlu dilihat dari sisi pengawasan kualitas produk dan perlindungan konsumen.
“Ke depan kita harus berdiskusi lagi mengenai perlindungan konsumen, illegal refinery dan quality control,” tegas Herman Deru.
Karhutla di Jalur Pipa Jadi Perhatian
Selain aktivitas kilang ilegal, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar jalur pipa migas juga masuk dalam pembahasan.
Herman Deru mendorong penguatan pemetaan wilayah rawan serta komunikasi antara pihak Pertamina, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan pemerintah kabupaten/kota.
Koordinasi tersebut dinilai penting untuk memperkecil risiko gangguan terhadap infrastruktur migas apabila terjadi kebakaran di sekitar jalur pipa.
Persoalan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan operasional sektor hulu migas sekaligus mengantisipasi potensi dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat.
PHR Zona 4 Dorong Peningkatan Produksi
Sementara itu, GM PHR Zona 4 Heru Irianto menyampaikan pentingnya membangun komunikasi berkelanjutan dengan Pemerintah Provinsi Sumsel dan para pemangku kepentingan.
Koordinasi tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan operasional sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam mendorong peningkatan produksi migas.
Komitmen peningkatan produksi mendapat perhatian dari Herman Deru. Menurutnya, penguatan sektor hulu migas perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal.
Program pelatihan dan transfer pengetahuan yang dilakukan perusahaan menjadi salah satu hal yang mendapat apresiasi. Pelatihan di bidang drilling, misalnya, dinilai dapat membuka kesempatan bagi generasi muda Sumsel untuk meningkatkan kompetensi dan mengambil bagian dalam industri migas.
Penataan Infrastruktur dan Kepentingan Masyarakat
Pembahasan juga menyentuh persoalan infrastruktur jalan yang berkaitan dengan aktivitas operasional. Pemerintah daerah mendorong penataan jalan tambang agar mobilitas kendaraan operasional dapat berlangsung tanpa mengganggu fungsi jalan umum yang digunakan masyarakat.
Berbagai agenda tersebut menunjukkan bahwa pengembangan sektor migas di Sumsel tidak hanya berkaitan dengan target produksi. Pengawasan aktivitas energi, perlindungan konsumen, mitigasi karhutla, pengembangan tenaga kerja lokal hingga penataan infrastruktur turut menjadi bagian dari pembahasan.
Pemprov Sumsel bersama SKK Migas dan PHR Zona 4 selanjutnya diharapkan dapat menjaga koordinasi agar kegiatan hulu migas tetap mendukung kebutuhan energi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah.
Turut hadir dalam audiensi tersebut sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.(RED)
No Comment! Be the first one.